Wamentan: Generasi Muda Kunci Masa Depan Pertanian Indonesia
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa generasi muda memegang peran strategis dalam membangun masa depan pertanian nasional melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan.
“Di era modern, bertani tak lagi identik dengan lumpur dan hidup pas-pasan. Di tangan anak muda, pertanian kini menjadi ladang cuan yang menjanjikan dengan masa depan cerah,” ujarnya, Jumat (23/5).
Pernyataan tersebut disampaikan saat pengukuhan Forum Nasional Petani Muda dan Forum Nasional Organisasi Kepemudaan Bidang Pertanian di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Kamis (22/5).
Menurutnya, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk sukses melalui pertanian modern yang menguntungkan. “Anak muda harus ambil peran. Hari ini kita satukan gerakan pemuda pertanian dalam Forum Petani Muda Indonesia. Kita ingin melahirkan lebih banyak petani dan pengusaha muda sebagai motor penggerak pertanian,” jelasnya.
Sudaryono menambahkan, Kementerian Pertanian telah meluncurkan berbagai program untuk mendukung lebih dari 300 ribu anak muda, termasuk 30 ribu petani muda mandiri yang sukses mengelola usaha pertanian.
“Banyak yang sudah ekspor sayur, buah, gula aren, hingga gula kelapa. Kami ingin mereka yang telah mandiri bisa menularkan ilmunya kepada yang lain,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sektor pertanian menawarkan peluang besar bagi generasi muda. Pemerintah siap mendukung dari hulu hingga hilir, mulai dari metode bertani, teknik pengemasan, pelatihan pascapanen, hingga perawatan tanaman.
“Asal ada kemauan, pertanian siap mendukung. Mulai dari budidaya, pengemasan, pascapanen, hingga distribusi, semua bisa dikombinasikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Sudaryono juga memaparkan program Brigade Pangan yang melibatkan anak muda mengelola lahan pertanian. Saat ini, ada sekitar 1.770 Brigade Pangan di luar Jawa, masing-masing terdiri dari 15 orang yang mengelola sekitar 200 hektare lahan. Pendapatan per orang bisa mencapai Rp10–20 juta per bulan.
“Ini bukan gaji dari negara, tapi hasil dari pengelolaan lahan dengan sistem bagi hasil,” tegasnya.
Ia berharap Forum Nasional Petani Muda dapat menjadi wadah strategis untuk mempercepat transfer pengetahuan, membangun ekosistem pertanian modern, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan.
Penulis : Clarissa Setya

