Yordania Siap Impor CPO dalam Jumlah Besar dari Indonesia

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Yordania siap mengimpor crude palm oil (CPO) dari Indonesia dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan energi dan industrinya.

Menurut Amran, komitmen ini merupakan hasil kerja sama erat antara kedua negara. Menteri Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Khaled Al Henefat, mengakui posisi Indonesia sebagai produsen CPO terbesar di dunia.

“Mereka menyatakan siap menerima pengiriman CPO sebesar-besarnya sesuai kebutuhan. Ini hubungan yang sangat positif,” ujar Mentan dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Yordania di Jakarta, Kamis (17/4).

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Mentan Andi Amran Sulaiman dan Mentan Yordania Khaled Al Henefat, yang berlangsung pada Senin (14/4) di Istana Al Husseiniya, Amman, disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein.

Amran menjelaskan bahwa Yordania membuka pintu selebar-lebarnya untuk impor CPO dari Indonesia tanpa batasan volume, dan siap menerima sesuai kebutuhannya.

Ia menegaskan Indonesia mampu memenuhi permintaan tersebut karena industri CPO nasional saat ini dalam kondisi unggul dan memiliki stok melimpah.

Kementan mencatat, dari total produksi tahunan sebesar 46 juta ton, sekitar 26 juta ton diekspor dan 20 juta ton diproses di dalam negeri.

Sebagai produsen terbesar dunia, Indonesia juga tengah mengembangkan biofuel berbasis CPO seperti B40 dan B50.

Amran menilai peluang ekspor CPO ke Yordania sangat strategis karena memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global dan meningkatkan daya tawar di sektor energi dan pertanian.

“Kita yang mengatur ritme dunia. Saat harga tinggi, kita ekspor. Saat harga turun, kita konversi ke biofuel. Ini momentum yang harus dimanfaatkan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *