Yusril: Tidak Ada Persoalan Mendasar dalam Buku Islam ala Prabowo

MEDIATAMA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai secara umum tidak ada persoalan mendasar dalam buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang kembali menjadi perhatian publik.

Yusril mengatakan perdebatan yang muncul belakangan ini lebih banyak dipicu oleh judul buku yang dinilai dapat menimbulkan beragam persepsi dan tafsir. Ia menegaskan tidak pernah diajak membicarakan ataupun dimintai pendapat mengenai judul buku tersebut.

“Kalau saya ditanya mengenai judulnya, saya tidak tahu, karena memang tidak pernah diajak membicarakannya. Kalau judulnya misalnya ‘Prabowo dan Islam’, menurut saya akan lebih mudah dipahami sebagai pembahasan mengenai hubungan Prabowo dengan Islam,” ujar Yusril di Jakarta, Selasa.

Menurut Yusril, perdebatan mengenai buku tersebut juga perlu ditempatkan dalam konteks kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi. Ia menyebut banyak orang kini cenderung menilai sebuah buku hanya dari judul tanpa membaca keseluruhan isinya.

“Sekarang orang cenderung tidak sabar membaca buku yang cukup panjang. Judulnya dibaca, lalu dianggap sudah mewakili seluruh isi buku,” tuturnya.

Ia mengatakan penilaian kemudian diberikan berdasarkan sudut pandang, bahkan kepentingan masing-masing. Karena itu, Yusril mengingatkan agar sebuah buku, terutama karya yang bersifat akademik, tidak dinilai hanya berdasarkan judul atau potongan informasi yang beredar.

“Saya kira kita perlu membiasakan diri membaca dan memahami substansinya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Jangan sampai kita hanya berdebat mengenai judul, sementara isi bukunya sendiri belum pernah dibaca dengan saksama,” ungkap Yusril.

Yusril juga menegaskan dirinya tidak memiliki peran dalam menggagas maupun membiayai penerbitan buku tersebut. Ia menyebut keterlibatannya hanya sebagai narasumber dalam proses pengumpulan bahan.

“Posisi saya dalam buku itu jelas sebagai orang yang diwawancarai. Saya bukan sponsor dan bukan pula orang yang menginisiasi penerbitannya,” tegasnya.

Buku Islam ala Prabowo diluncurkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025. Berdasarkan keterangan BAZNAS dan pemberitaan saat peluncuran, penulisan buku tersebut disebut diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua MUI KH Anwar Iskandar.

Terkait pencantuman namanya dalam bagian hak cipta buku, Yusril mengatakan hal itu sebelumnya tidak pernah dibicarakan dengannya. Ia menilai pencantuman tersebut perlu dilihat secara proporsional karena buku melibatkan banyak penulis dan sumber.

“Kalau pun ada, mungkin berkaitan dengan bagian wawancara saya, tetapi mengenai pencantuman itu saya tidak pernah diajak bicara. Saya sendiri tidak terlalu mempersoalkan soal hak cipta,” ujar Yusril.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *