Prabowo Soroti Aset Negara yang Terlantar, Instruksikan Penelusuran Menyeluruh

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid untuk secara cermat melacak konsesi aset negara, khususnya yang masa berlaku hak guna usaha (HGU) dan hak guna bangunan (HGB)-nya telah habis.

Presiden menekankan pentingnya pengawasan agar tidak ada aset negara yang luput dari pengelolaan setelah masa konsesi berakhir.

“Pak Nusron, cek seluruh konsesi HGU, HGB yang sudah jatuh tempo, kembalikan ke negara. Kita luar biasa kaya,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin(5/5).

Ia menyoroti aset strategis seperti tanah di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dan Kemayoran, Jakarta, yang nilainya diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

“Senayan itu, 10 tahun lalu nilainya 25 miliar dolar AS. Sekarang mungkin sudah 30 miliar,” katanya.

Presiden meyakini nilai total aset negara bisa menembus 1 triliun dolar AS, jika seluruh konsesi yang telah habis dikembalikan dan dikelola secara optimal.

Saat ini, menurut Presiden, nilai aset yang dikelola negara telah mencapai 982 miliar dolar AS.

“Tambah 30 miliar saja, kita sudah tembus 1 triliun. Sayangnya, banyak aset disembunyikan. Beberapa birokrat kita pandai menyembunyikan aset,” ungkapnya.

Presiden juga menginstruksikan seluruh menteri untuk mendata dan melacak kembali aset negara di bawah kewenangan masing-masing.

“Kalau sudah berganti tiga, empat menteri atau presiden, banyak aset negara jadi tidak jelas keberadaannya,” tambah Prabowo.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut merupakan yang ketiga tahun ini, dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

 

 

 

 

 

Penulis : Clarissa Setya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *