Kemenhub Bangun Sistem Elektronik untuk Berantas Pungli dan ODOL

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tengah membangun sistem elektronik untuk menekan praktik pungutan liar (pungli) dan menangani kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang memodernisasi alat penimbangan kendaraan melalui sistem Weigh in Motion (WIM). Teknologi ini memungkinkan kendaraan ditimbang tanpa berhenti, dan data dikirim otomatis secara digital.

“Dengan sistem elektronik, interaksi antara sopir dan petugas jembatan timbang bisa dikurangi, sehingga potensi pungli semakin kecil,” kata Aan, Jumat (18/7).

Kemenhub juga akan menjalin kerja sama dengan Kejaksaan agar data elektronik dari jembatan timbang dapat dijadikan alat bukti hukum. Selain itu, SOP di jembatan timbang akan diperbarui untuk memperkuat pengawasan.

Aan menegaskan, jembatan timbang merupakan garda terdepan penindakan ODOL. Oleh karena itu, fasilitas akan ditingkatkan agar bisa langsung menurunkan muatan berlebih di lokasi.

Dari sisi pelayanan, digitalisasi seperti penerbitan SKRB dan SRUT juga terus diperluas untuk mengurangi interaksi tatap muka yang rawan pungli.

Menko Perekonomian dan Pembangunan AHY menyebut pungli sebagai penyebab mahalnya biaya logistik. “Jika pungli diberantas, biaya logistik akan turun, dan tidak ada lagi alasan mengoperasikan ODOL demi efisiensi,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *