Kemenhub Harap Mogok Nasional Sopir Truk Tak Terjadi,
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan, berharap ancaman mogok nasional sopir truk tidak terlaksana karena akan mengganggu distribusi logistik secara luas.
“Kami berharap ini tidak terjadi. Dampaknya bukan hanya bagi pengemudi, tetapi juga seluruh ekosistem logistik,” kata Aan usai berdiskusi dengan perwakilan sopir truk di Jakarta, Rabu (2/7).
Ancaman mogok massal dijadwalkan Kamis besok terkait kebijakan over dimension over loading (ODOL). Para sopir menuntut pertemuan langsung dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Kami akan segera melaporkan tuntutan ini ke pimpinan. Semoga ada keputusan,” ujar Aan.
Namun, Presiden Konfederasi Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, menyatakan pertemuan dengan Kemenhub berakhir buntu. Mereka memberi waktu hingga pukul 16.00 WIB untuk pertemuan dengan kedua menteri. Jika tidak terpenuhi, aksi mogok nasional akan dimulai pada Kamis besok.
“Kami menuntut penundaan kebijakan ODOL sampai ada kajian komprehensif sebagai dasar revisi Undang-Undang Transportasi,” kata Irham.
Selain itu, massa aksi mendesak pemerintah untuk menyusun peta jalan dan regulasi tegas untuk memberantas pungutan liar dan premanisme yang membebani biaya logistik. Kemudian, merancang Undang-Undang Perlindungan Pekerja Sektor Transportasi guna menjamin hak dan keselamatan pengemudi.

