Idrus Marham: Kritik ke DPR Wajar, tapi Jangan Jadi Kebencian
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menilai kritik masyarakat terhadap DPR merupakan hal wajar dalam demokrasi. Namun ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi kebencian yang bisa memperlebar perpecahan bangsa.
“Sebagai keluarga besar bangsa Indonesia, kita lahir dari kebersamaan. DPR ada untuk masyarakat Indonesia, kalau ada polemik mari kita hadapi dengan arif dan bijaksana,” kata Idrus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/8).
Idrus menegaskan DPR merupakan lembaga konstitusional yang tidak bisa dibubarkan begitu saja. Ia menilai seruan pembubaran DPR yang muncul dalam demonstrasi terakhir tidak realistis dan berpotensi menyesatkan.
Meski begitu, Idrus memahami kemarahan publik menyusul kabar kenaikan tunjangan perumahan anggota DPR hingga Rp50 juta per bulan.
“Kritik publik itu wajar, bahkan penting sebagai koreksi, tapi jangan sampai komunikasi terputus. Kalau rakyat hanya marah, DPR membela diri, masalah tidak akan selesai,” ujarnya.
Idrus mengajak masyarakat dan DPR membangun kesadaran kolektif melalui komunikasi yang sehat.
“Kalau komunikasi diperbaiki, saling menghormati dijaga, saya yakin bangsa ini bisa keluar dari situasi sulit. Jangan ada lagi sikap memaksakan kehendak,” tuturnya.
Senada, mantan Menko Polhukam Mahfud MD juga mengingatkan publik bahwa DPR tetap bagian dari sistem demokrasi.
“Semarah-marahnya rakyat, DPR tetap lah instrumen konstitusi. Itu lebih baik daripada membubarkan DPR dan partai politik,” kata Mahfud.

