Menteri P2MI Minta Layanan BP3MI Dipangkas agar Lebih Cepat

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding meminta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah memangkas layanan yang tidak relevan agar proses penempatan pekerja migran lebih efisien.

“Aslinya verifikator itu butuh berapa lama? Katanya 10 menit, kok masih banyak keluhan verifikasi lama ya?” ujarnya saat sidak di Semarang, Sabtu (6/9).

Karding menyoroti lamanya verifikasi dokumen, khususnya program Specified Skilled Worker (SSW), yang dinilai bertele-tele karena mekanisme berulang. Ia mendorong integrasi data dengan Dinas Tenaga Kerja agar calon pekerja migran tidak perlu bolak-balik mengurus administrasi.

“Begitu daftar di kita, datanya harus langsung masuk ke Dinas. Jangan sampai ada pelayanan yang justru menghambat. Semua bentuk layanan yang tidak perlu harus kita potong,” tegasnya.

Ia menekankan pola integrasi digital harus segera dijalankan agar pelayanan lebih cepat, transparan, dan berkualitas. Sidak ini juga menjadi evaluasi internal bagi BP3MI untuk memangkas prosedur manual yang tidak efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *