Wamentan Sudaryono: NTP 123,57 Dijaga Lewat Peningkatan Produktivitas

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 123,57 pada Agustus 2025 harus terus dijaga lewat peningkatan produktivitas dan hasil panen.

“Ya caranya adalah meningkatkan produksi. Nilai tukar itu kan uang yang dia dapat dibanding yang dia belanjakan,” kata Sudaryono, Rabu (10/9).

Ia menjelaskan NTP di atas 100 menandakan pendapatan petani lebih besar dibanding pengeluarannya. “Kalau dibawa 100 berarti lebih banyak yang dikeluarkan daripada yang didapat. Ini kan sekarang sudah 123. Artinya, pendapatannya harus dinaikkan dengan peningkatan produksi,” jelasnya.

Menurutnya, pendapatan petani bergantung pada harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kg dikalikan hasil panen. Karena itu, produktivitas per hektare dan intensitas panen dalam setahun perlu ditingkatkan.

Sebelumnya, BPS mencatat NTP nasional naik 0,76 persen menjadi 123,57 pada Agustus 2025. Kenaikan dipicu naiknya harga gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *