Mendagri Minta Pemda Kendalikan Inflasi Tinggi
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah agar tidak membiarkan inflasi tinggi terus berlanjut karena akan menekan daya beli masyarakat.
“Tolong kepala daerah yang inflasinya masih tinggi untuk duduk bersama dengan BPS, Bulog, dan asosiasi pengusaha. Cari penyebabnya, bisa karena suplai pangan kurang, tarif angkutan naik, atau distribusi terganggu akibat cuaca,” ujar Tito di Jakarta, Rabu (24/9).
Ia menyebut inflasi nasional tahunan berada di kisaran 2,3 persen, sesuai target 2,5 persen ±1 persen. Namun, masih ada daerah yang mencatat inflasi di atas 3,5 persen, seperti Sulawesi Barat, Riau, Aceh, Papua Pegunungan, Sulawesi Utara, Papua Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.
Tito menekankan inflasi tidak boleh terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Jika di bawah 1 persen, produsen seperti petani dan nelayan bisa merugi. Sebaliknya, inflasi yang tinggi membuat harga kebutuhan pokok sulit dijangkau konsumen.
Sejumlah daerah menyiapkan langkah konkret. Pemkot Tanjungpinang menegaskan pemantauan rutin melalui TPID untuk menjaga stabilitas harga.
Sementara Pemprov Kalimantan Barat menyoroti komoditas cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras sebagai penyumbang utama inflasi.
“Kami di Kalbar berkomitmen menjaga stabilitas harga agar inflasi daerah tetap terkendali dan sejalan dengan target nasional,” tegas Sekda Kalbar Harisson.

