Tiga Polisi Tewas di Way Kanan, Polda Lampung Paparkan Hasil Otopsi
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memaparkan hasil autopsi ketiga polisi yang gugur saat bertugas melakukan penggerebekan lokasi judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim DVI Polda Lampung bersama Tim Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara dimulai sejak Pukul 02.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB,” kata Kasubbid Dokpol Polda Lampung, AKBP Legowo Hamijaya, di Bandarlampung, Selasa kemarin.
Kapolsek Negara Batin, AKP (Anumerta) Lusiyanto, mengalami luka tembak di dada kanan. Peluru ditemukan bersarang di rongga dada kiri, menunjukkan tembakan berasal dari arah depan.
Aipda (Anumerta) Petrus Aprianto mengalami luka tembak di mata kiri. Peluru ditemukan di dalam tempurung kepala, mengindikasikan tembakan dilakukan dari jarak dekat atau menggunakan senjata berdaya tinggi.
Briptu (Anumerta) M. Ghalib Surya Ganta tertembak di sisi kiri bibir. Peluru menembus rongga mulut dan ditemukan di bagian belakang kepala serta tenggorokan.
“Kami menyampaikan penghormatan tertinggi kepada mereka sebagai anggota terbaik yang telah gugur dalam tugas. Kemudian kami akan terus melanjutkan investigasi untuk memastikan kejelasan peristiwa ini,” kata dia.
Dua anggota TNI yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut telah menyerahkan diri ke Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) di Markas Kodim 0427/Way Kanan pada Selasa, 18 Maret 2025. Identitas dan peran spesifik kedua oknum TNI tersebut dalam insiden ini belum dipublikasikan secara resmi.
Tim gabungan dari Polda Lampung dan Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dalam proses tersebut, ditemukan 12 selongsong peluru yang akan dianalisis lebih lanjut sebagai bagian dari penyelidikan.
Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung telah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian para korban. Autopsi ini berlangsung selama sepuluh jam dan memberikan gambaran lebih jelas tentang luka yang mereka alami.
Penulis : Gigih Sambodo

