Adde Rosi Ingatkan Pemerintah Efisiensi Anggaran Pendidikan Rp757,8 Triliun

Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menekankan pentingnya penggunaan anggaran pendidikan secara efektif dan tepat sasaran.

Hal ini menyusul penetapan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun dalam RAPBN 2026, setara 20 persen dari total APBN sesuai amanat undang-undang.

“Jika anggaran pendidikan tidak digunakan sebagaimana mestinya dan tidak fokus, maka potensi kebocoran akan terus terjadi dan kualitas pendidikan akan menurun,” ujar Adde dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (16/8).

Adde menyoroti distribusi anggaran pendidikan, khususnya pada Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL). Menurutnya, porsi anggaran PTKL terlalu besar dibandingkan jumlah mahasiswanya.

“Pada APBN 2025, PTKL menghabiskan 39 persen anggaran fungsi pendidikan. Sementara Kemendiktisaintek hanya mengelola 22 persen. Padahal jumlah mahasiswa PTKL hanya 200 ribu, jauh lebih kecil dibandingkan mahasiswa PTN yang mencapai 3,9 juta dan PTS 4,4 juta,” jelasnya.

Saat ini, penyelenggaraan PTKL tersebar di 24 kementerian dan lembaga, dengan 124 perguruan tinggi dan 892 program studi. Adde menilai perlu ada evaluasi serius.

“Perlu penataan dan penyederhanaan PTKL, termasuk menghapus program studi umum yang tidak sesuai mandat undang-undang,” tegasnya.

Selain PTKL, Adde juga menyinggung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan guru dengan alokasi dana Rp178,7 triliun.

“Kesejahteraan guru adalah kunci pendidikan berkualitas, karena guru dan dosen adalah motor penggerak transformasi pengetahuan,” imbuhnya.

Adde memastikan Fraksi Golkar mendukung penuh penguatan anggaran pendidikan. “Kami akan memastikan pendidikan berkualitas dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *