Arsari Group Bantah Hashim Djojohadikusumo Miliki Saham di FolaPlay
MEDIATAMA – Arsari Group membantah informasi yang menyebut adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, memiliki saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay).
“Bapak Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay),” kata Vice President Corporate Communications Arsari Group, Ariseno Ridhwan, dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ariseno mengatakan klarifikasi tersebut disampaikan untuk merespons informasi yang beredar di media massa, platform digital, dan media sosial yang mengaitkan Hashim dengan FolaPlay. Ia juga membantah tuduhan mengenai penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi Hashim.
“Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” ujarnya.
Menurut Ariseno, Hashim tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat (beneficial owner), pengurus, maupun penasihat di FolaPlay.
Karena itu, ia menegaskan tuduhan yang menyebut anggaran negara untuk penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 digunakan demi memperkaya atau menguntungkan Hashim merupakan informasi yang menyesatkan.
“Dengan demikian, tuduhan yang menyatakan bahwa anggaran negara yang digunakan dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 dimaksudkan untuk memperkaya atau menguntungkan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” katanya.
Arsari Group menegaskan tetap menghormati kebebasan pers dan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, menurut Ariseno, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan itikad baik.
Ia juga mengajak masyarakat bersikap lebih kritis dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi serta mengutamakan verifikasi fakta dari sumber yang kredibel guna mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, dan informasi yang menyesatkan.
“Pada akhirnya, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Ruang publik yang sehat hanya dapat terwujud apabila setiap pihak mengedepankan fakta, akal sehat, dan itikad baik dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi,” kata Ariseno.

