Bahlil Alihkan Ekspor untuk Penuhi Kebutuhan Gas Domestik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan gas di Jawa Barat dan sebagian Sumatera kembali normal setelah pemerintah mengalihkan sebagian ekspor untuk kebutuhan dalam negeri.

“Sebagian yang dari ekspor kita tidak lakukan, kita masukkan terus gas yang baru muncul juga, kemudian kita suplai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/8).

Penurunan pasokan terjadi akibat ledakan di Gasline CO2 Removal Stasiun Pengumpul Subang, Jawa Barat, awal Agustus lalu.

“Kita sudah dapat alokasinya, sudah ada. Sudah clear,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif menyoroti pengetatan pasokan gas dan tingginya surcharge hingga USD16,77 per MMBTU yang memberatkan industri padat energi, seperti keramik, kaca, baja, pupuk, hingga petrokimia.

Untuk mengatasi masalah tersebut, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bersama Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Pertamina melakukan stabilisasi pasokan. Tekanan gas dalam pipa disebut berangsur stabil seiring tambahan pasokan yang masuk ke jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *