BK DPD Panggil Arya Wedakarna Terkait Kehadiran di Miss Equality World

MEDIATAMA – Badan Kehormatan (BK) DPD akan memanggil anggota DPD asal Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna untuk menelaah dugaan pelanggaran etik terkait kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand.

Miss Equality World merupakan kontes kecantikan transpuan internasional. Ketua BK DPD Hasby Yusuf mengatakan setiap senator wajib mempertimbangkan kepatutan, kehormatan jabatan, serta dampak setiap tindakan dan aktivitas publik terhadap citra lembaga.

“BK telah memutuskan pemanggilan atas I Gusti Ngurah Arya Wedakarna dalam kasus ini,” kata Hasby dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hasby menjelaskan BK akan mendalami kapasitas dan tujuan kehadiran Arya, bentuk keterlibatannya dalam acara, penggunaan atribut atau fasilitas yang berkaitan dengan jabatan, serta keterkaitan kegiatan tersebut dengan tugas sebagai anggota DPD.

“Termasuk mengenai pemberitaan tentang adanya pendampingan anggota TNI dalam kegiatan tersebut,” ucapnya.

Menurut Hasby, aspek tersebut perlu dilihat secara faktual berdasarkan regulasi penugasan maupun pengamanan pejabat negara, termasuk Undang-Undang MPR, DPR, DPD, DPRD, Undang-Undang TNI, Undang-Undang Keprotokolan, serta Peraturan DPD Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib.

“Menjadi anggota DPD RI berarti membawa standar kehormatan jabatan dalam setiap ruang publik, tetapi BK juga tidak boleh mengambil kesimpulan hanya berdasarkan foto, video atau pemberitaan. Yang harus dilihat adalah fakta, kapasitas kehadiran, konteks kegiatan, dan apakah terdapat ketentuan etik yang dilanggar,” ujar Hasby.

Ia mengatakan setiap anggota DPD tetap memiliki hak untuk beraktivitas sebagai warga negara. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan seiring dengan tanggung jawab etik sebagai pejabat publik.

Apabila pemeriksaan menemukan tindakan yang bertentangan dengan kode etik, kepatutan, kehormatan jabatan, maupun ketentuan lain yang berlaku, BK akan mengambil langkah sesuai kewenangannya.

“Prinsip BK sederhana: tidak mencari-cari kesalahan anggota, tetapi juga tidak menutup mata terhadap persoalan yang menyangkut kehormatan lembaga,” kata Hasby.

Arya Wedakarna menghadiri malam final Miss Equality World 2026 di Bangkok pada 30 Agustus 2026. Ia mengatakan kehadirannya bukan dalam kapasitas mewakili DPD, melainkan atas nama pribadi sebagai tokoh budaya, pariwisata, dan Hindu Bali.

“Kami tidak memakai identitas sebagai anggota DPD, tapi sebagai pimpinan dari lembaga Hindu yang saya pimpin dan sebagai tokoh budaya Bali. Di puncak acaranya itu ada selebrasi, di mana saya diselipkan untuk menerima penghargaan bersama tokoh lainnya,” kata dia dikutip dari unggahan Instagram resminya, @aryawedakarna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *