BKN Dorong Jawa Tengah Jadi Barometer Nasional Pengelolaan ASN

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menilai Provinsi Jawa Tengah berpotensi besar menjadi barometer nasional dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN). Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, “Saya ingin Jawa Tengah menjadi barometer dalam pengembangan ASN. Institusi kita tidak boleh digantungkan pada orang, tetapi harus bertumpu pada sistem,” saat penandatanganan komitmen manajemen talenta di Semarang, Kamis.

Zudan mengapresiasi komitmen Pemprov Jateng dalam menerapkan sistem merit dan manajemen talenta. Menurutnya, meritokrasi berarti menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. “Merit itu artinya layak, dan kratos itu kekuasaan. Meritokrasi berarti menempatkan orang yang pantas pada fungsi kekuasaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kecepatan dan kinerja ASN di era sekarang. “Di era sekarang, kita tidak bisa lagi mengangkat ASN yang lambat, karena itu akan menghambat pelaksanaan program,” katanya, seraya menambahkan bahwa manajemen talenta menjadi kunci menyiapkan kader terbaik. “Ketika kita memilih pejabat, kuncinya adalah kinerja. Manajemen talenta memungkinkan kita menyiapkan pengganti sejak awal.”

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kebijakan manajemen talenta sangat penting untuk memperkuat reformasi birokrasi dan mendorong pembangunan daerah. “Momentum ini sangat krusial untuk menciptakan sumber daya manusia ASN untuk menjadi motor penggerak di wilayah kita. Pengelolaan ASN tidak lagi berdasarkan like and dislike, tetapi melalui manajemen yang terukur,” ujarnya.

Di Jawa Tengah, manajemen talenta telah diterapkan sejak 2021 dan diperkuat dengan tim khusus serta aplikasi pendukung agar berjalan objektif dan transparan. Sejak 2022, empat kali pelantikan pejabat dilakukan lewat skema ini, menghasilkan 27 promosi dan 28 mutasi berbasis kompetensi dan kinerja, serta akan diperluas hingga jabatan administrator dan pengawas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *