BNN: Peredaran Narkotika di Indonesia Masih Didominasi Sabu dan Ganja

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyatakan bahwa peredaran gelap narkotika di Indonesia masih didominasi oleh sabu dan ganja. Sebagian besar di antaranya merupakan kiriman dari luar negeri, terutama dari kawasan Golden Triangle wilayah utara Asia Tenggara yang mencakup Myanmar, Laos, dan Thailand, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi opium dunia.

“Sebagian besar narkotika yang masuk ke Indonesia berasal dari luar negeri, khususnya Golden Triangle,” ujar Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Irjen Pol. Agus Irianto, Senin (16/6).

BNN mencatat, wilayah pantai timur Sumatera serta perairan barat dan utara Kalimantan menjadi titik rawan penyelundupan. Untuk menghadapinya, BNN telah mengembangkan berbagai strategi, seperti penguatan intelijen, pengawasan ketat di wilayah pesisir dan perbatasan, serta peningkatan kerja sama internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal NCB India, Anurag Garg, mengungkapkan tantangan serupa yang dihadapi negaranya. India berada di antara dua kawasan produksi narkotika dunia, yaitu Golden Triangle dan Golden Crescent, sehingga rawan terhadap peningkatan laboratorium gelap, produksi narkotika sintetis, penyelundupan kokain dan ganja hidroponik, hingga penyalahgunaan drone untuk penyelundupan di sepanjang perbatasan India–Pakistan.

Forum tahunan ini bertujuan memperkuat kolaborasi bilateral dalam memerangi jaringan narkotika internasional. Dalam forum ini, kedua negara juga saling bertukar informasi terkait tren peredaran narkotika, modus operandi penyelundupan, aktivitas laboratorium gelap, dan keterlibatan warga negara masing-masing.

Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya adalah pertukaran informasi terkait praktik terbaik dan teknologi terbaru untuk mencegah penyelundupan narkoba, khususnya di laut dan wilayah pesisir; kolaborasi dalam identifikasi New Psychoactive Substances (NPS); serta berbagi data mengenai keterlibatan warga kedua negara dalam jaringan narkotika. Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam deteksi pengiriman narkoba di pelabuhan dan menyelenggarakan pelatihan bagi personel BNN RI yang akan difasilitasi oleh NCB India.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan kedua negara dalam menghadapi dinamika dan ancaman kejahatan narkotika lintas batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *