BNPP Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kembangkan Potensi Perbatasan Laut

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mengembangkan potensi unggulan wilayah perbatasan laut guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Asisten Deputi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Laut BNPP RI, Yedi Rahmat, mengatakan forum yang digelar menjadi sarana integrasi berbagai pemangku kepentingan agar pengelolaan potensi tidak berjalan parsial.

“Forum ini kami rancang untuk memfasilitasi pengembangan potensi unggulan kawasan perbatasan laut secara terintegrasi. Tidak hanya berbicara soal sumber daya laut dan perikanan, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dikelola secara kolaboratif agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Yedi di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan pengelolaan kawasan perbatasan harus selaras dengan agenda pembangunan nasional melalui pendekatan lintas sektor agar hasilnya berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah turut memaparkan potensi serta tantangan di kawasan perbatasan laut.

Perwakilan Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto, menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata laut dan kawasan perbatasan yang aman serta berbasis peningkatan kualitas SDM.

“Pariwisata berkualitas menjadi program unggulan Kementerian Pariwisata. Salah satu fokusnya adalah peningkatan keselamatan berwisata, baik di wilayah laut maupun darat, termasuk di kawasan perbatasan yang memiliki potensi sangat besar,” kata Yusuf.

Sementara itu, Kepala BPPD Nunukan, Yance, menyebut wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik memiliki potensi wisata bahari yang besar, termasuk Pantai Batu Lamampu dan Karang Unarang.

“Karang Unarang sebenarnya memiliki potensi wisata mancing yang kuat. Di sana sudah ada bagan yang sekaligus menjadi pilar keamanan. Ini bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata, tentu dengan dukungan infrastruktur dan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Dari sisi penataan wilayah, BNPP menilai pengembangan pariwisata perbatasan perlu didukung kegiatan penunjang seperti event berskala nasional maupun internasional.

“PLBN memiliki potensi besar sebagai simpul kegiatan. Di PLBN Badau, misalnya, potensi ikan arwana bisa dikembangkan menjadi event pariwisata tematik yang menarik wisatawan mancanegara,” kata Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP RI, Ismawan Harijono.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha perbatasan melalui pelatihan ekspor-impor serta penguatan sertifikasi produk agar mampu bersaing di pasar global.

Di sektor kelautan dan perikanan, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) disebut telah memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan.

“Peningkatan ini tidak lepas dari dukungan infrastruktur seperti pabrik es dan cold storage, yang memungkinkan nelayan melaut lebih lama dan menjaga kualitas hasil tangkapan,” jelas Ilham dari Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan.

BNPP menegaskan akan terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi perbatasan laut sebagai penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di wilayah terdepan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *