Jayapura Kembangkan Produksi Perikanan Dua Zona Pembangunan
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, memperkenalkan pengembangan produksi perikanan di dua zona pembangunan, yaitu sumber daya laut dan darat.
Plt Kepala Dinas, Petrus Ohee, di Sentani pada Kamis menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Kami menyusun program sesuai arahan Bupati Jayapura, yakni fokus pada pengelolaan sumber daya laut dan perairan darat secara berkelanjutan,” katanya, Kamis (3/4).
Menurut Petrus, pengembangan zona perikanan terbagi menjadi dua wilayah, yaitu sumber daya laut di kawasan pesisir Distrik Depapre dan potensi perikanan darat di Danau Sentani, yang mencakup Distrik Sentani Barat dan Distrik Sentani Timur.
“Untuk zona pesisir akan dikembangkan untuk budi daya perikanan tangkap, ekowisata bahari dan rumput laut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa untuk wilayah Danau Sentani, pengembangan difokuskan pada perikanan air tawar, seperti budi daya perikanan darat.
“Selain itu, program pelatihan teknis akan diberikan bagi nelayan untuk meningkatkan produktivitas tangkapan ikan dengan peralatan ramah lingkungan, juga pemberian benih ikan,” katanya lagi.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
” Dua zona ini tentu akan menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari proses budi daya hingga pemasaran juga mendorong UMKM terlibat dalam mengelola hasil perikanannya,” ujarnya lagi.
Berdasarkan laman resmi Pemprov Papua, potensi perikanan di provinsi ini sangat besar. Papua memiliki garis pantai sepanjang 1.170 mil laut dengan luas perairan teritorial mencapai 45.510 kilometer persegi, yang kaya akan berbagai jenis biota laut bernilai ekonomi tinggi.
Potensi lestari sumber daya perikanan laut diperkirakan mencapai 1.524.800 ton per tahun.
Sementara itu, potensi perikanan darat sekitar 268.100 ton per tahun, belum termasuk lahan yang dapat dikembangkan untuk budi daya laut dan tambak, yang diperkirakan mencapai 1.663.200 hektare.

