Indonesia – China Perkuat Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia memperkuat kerja sama bilateral dengan Kementerian Sumber Daya Alam China dalam pengembangan sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

“Kami yakin kerja sama ini akan meningkatkan kualitas SDM melalui program pendidikan, pelatihan, dan beasiswa,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/5).

Kesepakatan ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM) dengan First Institute of Oceanography (FIO), yang ditandatangani oleh Kepala BPPSDM KKP I Nyoman Radiarta dan Deputy Director General FIO Prof. Zexun Wei.

Trenggono menyampaikan, kerja sama ini juga akan mendukung pengembangan pusat pelatihan bidang ilmu kelautan untuk memperkuat perlindungan laut, mitigasi risiko bencana, serta konservasi lingkungan.

“Kami menganggap FIO sebagai mitra strategis dengan reputasi global yang kuat di bidang oseanografi,” tambahnya.

Ruang lingkup MoU mencakup beberapa aspek, antara lain pengembangan kapasitas melalui program akademik, workshop, pelatihan, beasiswa kelautan dan perikanan, serta pertukaran dosen tamu di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen kelautan.

Selain itu, kerja sama meliputi upaya pencegahan dan mitigasi bencana laut dan perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati laut, serta perlindungan dan restorasi ekosistem laut.

MoU juga mencakup kolaborasi dalam pengembangan pusat pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan, pembentukan stasiun observasi laut dan meteorologi bersama, serta pengelolaan situs data untuk mendukung sistem pemantauan terumbu karang dan padang lamun secara cerdas.

Selanjutnya, eksplorasi kemungkinan kerja sama dalam kerangka Dekade Ilmu Pengetahuan Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (2021-2030), serta bidang kerja sama lain yang disepakati bersama.

Trenggono berharap kemitraan ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik demi kepentingan bersama.

“MoU ini menjadi awal kemitraan yang kuat dan berkelanjutan. Kami menantikan langkah nyata yang mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang lebih maju dan lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDM KKP I Nyoman Radiarta menyatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Trenggono dengan Wakil Menteri Sumber Daya Alam China SUN Shuxian di Jakarta pada 29 November 2024, serta kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing pada 9 November 2024.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati konsolidasi kerja sama dalam lima pilar utama, yakni politik, ekonomi, pertukaran masyarakat dan budaya, maritim, serta keamanan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *