BRIN: Pertemuan Prabowo dengan Ulama Jadi Modal Diplomasi Indonesia di BoP

Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh ulama dan organisasi masyarakat Islam ke Istana Kepresidenan menjadi modal penting dalam memperkuat diplomasi Indonesia di Board of Peace (BoP).

Menurut Lili, persoalan penting yang menjadi perhatian bersama sebaiknya dikonsultasikan dengan tokoh agama agar kebijakan pemerintah tidak menimbulkan kontroversi.

“Bisa jadi dukungan para tokoh tersebut setelah mendengar penjelasan dari presiden mengapa menjadi bagian dari BoP. Dukungan itu tentu menjadi modal yang penting bagi Presiden dalam keanggotaan BoP tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan dukungan para tokoh juga penting untuk menegaskan sikap Indonesia dalam membela Palestina.

“Dengan adanya dukungan tersebut, tentu mendapatkan legitimasi mengemban tugas bahwa dalam BoP harus benar-benar dalam upaya membela Palestina sebagai bangsa yang memiliki hak untuk merdeka,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengundang para tokoh agama, pimpinan ormas Islam, pengasuh pesantren, dan mubaligh untuk bersilaturahmi di Istana Negara guna menyerap aspirasi terkait keanggotaan Indonesia di BoP dan peran sebagai mediator konflik di Timur Tengah.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan pemerintah terbuka terhadap kritik, termasuk usulan agar Indonesia menangguhkan atau keluar dari BoP.

“Kalau ada yang menyarankan seperti itu, pemerintah tidak antikritik. Kita mendengarkan sambil mencermati keadaan,” kata Nusron.

Ia menegaskan pemerintah masih memandang BoP sebagai salah satu sarana diplomasi Indonesia untuk mendorong perdamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *