DPR Dorong Diplomasi Parlemen dan Keterbukaan Lewat Rekomendasi Panja

Ketua Panitia Kerja Organisasi Internasional (OI) DPR RI Ravindra Airlangga menegaskan pihaknya memetakan penguatan diplomasi agar Indonesia dapat memaksimalkan manfaat forum internasional tanpa terfragmentasi, sekaligus mendorong keterbukaan parlemen.

“Kami memetakan bagaimana DPR bisa mendukung pendekatan bebas aktif agar Indonesia bisa memaksimalkan manfaat berbagai forum internasional tanpa perlu terfragmentasi dalam dikotomi blok-blok kekuatan. Hal ini memungkinkan kita mempertahankan kedaulatan kebijakan domestik sambil mengoptimalkan peluang diplomatik,” katanya, Minggu (28/9).

Panja OI dan Panja Open Government Parliament (OGP) di bawah Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) sebelumnya meluncurkan Buku Rekomendasi di Gedung DPR, Senayan, Jumat (26/9). Hasil panja ini memetakan strategi DPR untuk mendukung politik luar negeri bebas aktif, tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi parlemen, serta penguatan peran Indonesia di forum global.

Ravindra menjelaskan Panja OI merekomendasikan sinkronisasi regulasi dengan standar good governance agar Indonesia lebih siap menghadapi tantangan global.

“Kita akan melakukan sinkronisasi regulasi dengan standar good governance agar kita bisa mendapatkan akses yang lebih luas, meningkatkan arus investasi, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan perekonomian kita,” ujarnya.

Ia menilai revisi UU Statistik dan ratifikasi Konvensi Anti-Penyuapan OECD menjadi langkah penting untuk mendukung keterlibatan Indonesia di organisasi internasional.

Di sisi lain, Ravindra menekankan pentingnya keterbukaan parlemen melalui Panja OGP.

“Salah satu hal sederhana adalah meningkatkan publikasi setelah rapat sehingga perspektif apa yang telah dikerjakan untuk rapat tersebut bisa diakses secara luas untuk menjadi masukan konstruktif juga bagi DPR,” jelasnya.

Menurutnya, Panja OI dan OGP saling melengkapi: Panja OGP memperkuat transparansi dan partisipasi publik, sementara Panja OI memastikan posisi Indonesia di forum global tetap strategis.

“Kita ingin hasil Panja ini benar-benar menjadi acuan nyata, bukan hanya laporan semata,” tegas Ravindra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *