DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keamanan WNI di Lebanon
Anggota Komisi I DPR RI Yudha Novanza Utama meminta pemerintah memastikan keselamatan warga negara Indonesia di Lebanon di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah.
“Keselamatan WNI di luar negeri harus menjadi prioritas utama negara, terutama di tengah situasi konflik bersenjata yang masih berpotensi meningkat sewaktu-waktu,” kata Yudha.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, terdapat 934 WNI di Lebanon, terdiri dari 756 personel misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan 178 warga sipil.
Ia menekankan pentingnya kesiapan rencana kontingensi pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi keamanan.
Menurutnya, konflik di Lebanon tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga berimplikasi pada peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia serta perlindungan WNI di wilayah konflik.
“Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah melalui Kemlu dan perwakilan RI di luar negeri dalam memastikan kondisi WNI tetap aman. Namun demikian, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan mengingat dinamika konflik yang masih sangat fluktuatif,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk terus aktif dalam diplomasi internasional guna mendukung deeskalasi konflik, termasuk melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Komisi I DPR RI, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan situasi serta memastikan kesiapan pemerintah dalam melindungi WNI di tengah konflik global.
“Indonesia harus terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai serta memastikan bahwa kepentingan dan keselamatan WNI tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan luar negeri,” kata Yudha.

