Hilirisasi Baterai Motor dan Mobil Ditarget Mulai Dua Tahun ke depan

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta menyebut hilirisasi baterai untuk kendaraan listrik roda dua dan empat ditargetkan mulai berjalan dalam dua tahun ke depan.

“Jadi mungkin dalam dua tahun ke depan akan mulai ada hilirisasi baterai yang dihasilkan dari Indonesia sendiri, utamanya baterai berbasis nikel,” ujarnya usai pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar, Rabu (5/11).

Setia mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi dengan dukungan sejumlah konsorsium, termasuk yang melibatkan BUMN. Beberapa pabrik baterai saat ini tengah dibangun di Karawang dan wilayah lain.

Ia menambahkan, pameran otomotif GIIAS menjadi momentum penting untuk mendorong kendaraan ramah lingkungan. “Setiap gerai menampilkan kendaraan beremisi rendah sekaligus memberikan edukasi terkait manfaat kendaraan ramah lingkungan,” kata Setia.

Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menilai perkembangan kendaraan listrik sangat potensial di Sulawesi Selatan yang memiliki surplus produksi listrik. “Teknologi kendaraan listrik sudah memungkinkan untuk charging di rumah. Apalagi di Sulsel ini produksi listriknya berlebih,” ujarnya.

Gaikindo menargetkan GIIAS Makassar berkontribusi sekitar 4,1 persen dari total penjualan nasional. Putu optimistis target itu tercapai karena Makassar menjadi hub kawasan Indonesia Timur dengan potensi pasar besar. “Tingkat kepemilikan kendaraan per seribu orang di wilayah timur masih kecil, jadi peluangnya masih sangat luas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *