Indonesia Memilih Perdamaian daripada Kekacauan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah terus memperkuat kemandirian nasional di tengah situasi geopolitik global yang kian tidak menentu. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sudah menjadi pegangan pemerintah, apa pun kondisi dunia yang dihadapi.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo saat menanggapi kemungkinan adanya arahan khusus Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kabinet terkait eskalasi konflik global, termasuk spekulasi potensi perang dunia ketiga. Ia menegaskan, prinsip kemandirian tetap menjadi fondasi utama kebijakan pemerintah.

Kemandirian nasional yang dimaksud mencakup sektor-sektor strategis, seperti pangan, energi, dan ekonomi. Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia tidak bergantung pada pihak luar ketika terjadi gejolak atau krisis global.

“Pertama, tentu mandiri pangan, kemudian mandiri energi, mandiri ekonomi. Supaya kalau terjadi sesuatu, ya kita tidak bergantung,” ujar Prasetyo di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta.

Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menegaskan Indonesia memilih jalan perdamaian dan persahabatan global, dengan prinsip: seribu sahabat terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *