Jelang Lebaran, Stok Beras di Gudang Bulog Capai 2,1 Juta Ton
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog menjelang Lebaran 2025 mencapai 2,1 juta ton.
“Badan Pangan Nasional telah menugaskan Bulog untuk menjaga stok beras nasional, dan saat ini stok beras di Bulog sangat aman di 2,1 juta ton,” kata Arief dikonfirmasi di Jakarta, akhir pekan kemarin.
Cadangan beras pemerintah bertujuan menstabilkan harga, mengatasi kekurangan, dan memenuhi kebutuhan pangan.
“Ini bukan persiapan jangka pendek, sebulan atau dua bulan, melainkan program yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu,” ucap Arief.
Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufiq, menyatakan bahwa hingga Maret 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 400 ribu ton gabah setara beras untuk menjaga cadangan pemerintah.
“Kita sudah data kemarin, kita sudah melewati 400 ribu ton (penyerapan gabah petani setara beras) di seluruh Indonesia,” kata Marga ditemui di sela menghadiri panen raya di Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (22/3).
Bulog aktif turun ke lapangan untuk membeli gabah langsung dari petani.
Marga menekankan pentingnya keterlibatan langsung dengan petani agar mereka mendapat manfaat dari kebijakan HPP gabah Rp6.500 per kg dan mengatasi berbagai kendala.
Bulog berupaya memastikan penyerapan gabah berjalan lancar, sehingga petani mendapat hasil yang layak dan manfaat optimal.
Menurut Marga, penyerapan gabah saat ini meningkat dibanding musim panen sebelumnya, mencapai 26 ribu ton per hari.
“Dan rata-rata kita sekarang ini naik terus Tadinya di bawah 20 ribu ton sehari, sekarang kita 26 ribu ton,” jelas Marga.
Ia menegaskan bahwa Bulog merawat beras di gudang secara maksimal agar kualitasnya terjaga dan bebas dari kutu demi ketahanan pangan.
Perawatan dilakukan secara terjadwal, termasuk pemeriksaan berkala setiap satu hingga tiga bulan.
Bulog juga menjalankan fumigasi khusus untuk mencegah hama dan kutu yang bisa merusak kualitas beras.

