Kemenperin Dorong Revitalisasi Sentra IKM Kulit untuk Tingkatkan Ekspor
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengoptimalkan peran sentra industri kecil dan menengah (IKM) sebagai penunjang produksi industri kulit melalui program revitalisasi guna mendorong ekspor produk tersebut.
“Untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing IKM, Kemenperin terus mendorong pengembangan sentra IKM di seluruh pelosok Tanah Air,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, Senin (21/4).
Salah satu sentra IKM yang telah direvitalisasi adalah Sentra IKM Kulit Manding melalui UPTD Ndalem Kulit Jogja (NKJ) di Jalan Parangtritis KM 11, Manding, Bantul, Yogyakarta.
Revitalisasi tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024, mencakup pembangunan gedung, pengadaan mesin dan peralatan, pengembangan SDM dan daya saing, manajemen dan teknis pengelolaan, kemitraan, serta akses pasar ekspor.
Menurut Reni, pengembangan sentra IKM diharapkan memperkuat ekosistem industri melalui hilirisasi bahan baku lokal menjadi produk berkualitas dan pengembangan komunitas IKM di daerah.
Ia menambahkan, industri kulit dan produk turunannya merupakan subsektor potensial. Ekspor nasional produk kulit dan turunannya pada 2024 mencapai 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp77,2 triliun (kurs Rp16.801).
Ekspor tersebut didominasi alas kaki berbahan kulit senilai 3,1 miliar dolar AS (Rp52 triliun), diikuti tas dan produk sejenis sebesar 1,1 miliar dolar AS (Rp18,47 triliun).
Data BPS menunjukkan produk kulit menjadi salah satu dari empat komoditas ekspor utama dari Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga potensinya dinilai masih perlu ditingkatkan.
Penulis : Clarissa Setya

