Kemensos dan Kementrans Siapkan Sekolah Rakyat di Kawasan Transmigrasi
Kementerian Sosial dan Kementerian Transmigrasi berkolaborasi membangun Sekolah Rakyat di kawasan transmigrasi, dengan target peluncuran awal 2026.
“Ada harapan baru, yakni pendirian Sekolah Rakyat di daerah transmigrasi. Kami sedang mendalami dan mengidentifikasi lokasi,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf usai bertemu Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Kamis (7/8).
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang tak memiliki akses pendidikan formal, khususnya mereka yang masuk Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Saifullah menyebut ada lebih dari 3 juta anak usia sekolah yang belum atau tidak sekolah, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Presiden ingin agar mereka tak lagi diabaikan.
Menteri Transmigrasi menyatakan dukungan penuh dan menargetkan wilayah seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua sebagai lokasi awal. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci kemandirian masyarakat dalam pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
“Sekolah Rakyat sangat relevan untuk daerah miskin ekstrem. Kolaborasi ini akan memperkuat efektivitas program,” ujar Iftitah.

