Komisi IX DPR Kawal Ketat Anggaran Kesehatan Rp244 Triliun di RAPBN 2026
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menegaskan pihaknya akan mengawasi secara ketat alokasi anggaran kesehatan dalam RAPBN 2026 agar tepat sasaran.
“Angkanya tidak kecil. Komisi IX akan memastikan agar anggaran digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat, khususnya agar pelayanan kesehatan tidak hanya tersedia di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah terluar dan masyarakat yang paling membutuhkan,” kata Charles, Senin (18/8).
Dalam RAPBN 2026, Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan Rp244 triliun untuk sektor kesehatan. Menurut Charles, dana besar ini harus dimanfaatkan optimal, termasuk menambah tenaga kesehatan di berbagai daerah.
Charles juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang realisasinya baru 14 persen per Agustus 2025. Padahal, tahun depan anggarannya naik drastis menjadi Rp335 triliun.
“Dengan anggaran yang besar, kami ingin memastikan penyerapannya tidak asal-asalan. Tahun depan BGN harus memperbaiki sistem agar makanan yang diberikan kepada anak-anak layak dan aman,” tegasnya.
Selain itu, Komisi IX akan mengawal program ketenagakerjaan. Charles menilai klaim pemerintah terkait penurunan pengangguran menjadi 4,76 persen dan penciptaan 3,6 juta lapangan kerja baru belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
“Pemerintah harus memberikan stimulus sosial dan ekonomi agar lapangan kerja betul-betul tercipta,” ujarnya.
“Kami tidak akan berhenti mengkritisi program yang merugikan masyarakat, dan mendukung program yang baik agar bisa berjalan optimal,” pungkas Charles.

