KY Dorong Perlindungan Hakim Usai Insiden Penyiraman di PN Pati
MEDIATAMA – Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Anita Kadir menilai insiden penyiraman air terhadap juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Pati, Jawa Tengah, menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap hakim.
“KY memandang insiden ini sebagai pengingat untuk terus mendorong komitmen yang kuat dalam memberikan perlindungan terhadap hakim,” kata Anita di Jakarta, Sabtu.
KY telah berkoordinasi dengan PN Pati terkait dugaan perbuatan merendahkan kehormatan hakim dan pengadilan (PMKH), serta pengamanan perkara Nomor 5/Pid.Pra/2026/PN.Pti yang persidangannya masih berlangsung hingga 16 Oktober.
KY juga mendorong efektivitas penerapan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 dan 6 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Pengadilan dan Persidangan. Langkah tersebut bertujuan memastikan hakim dapat menjalankan tugas secara aman, independen, serta bebas dari tekanan dan intimidasi.
KY menyayangkan insiden penyiraman yang disertai tuduhan bahwa hakim menerima suap Rp1 miliar. Tindakan tersebut dinilai berpotensi merendahkan kehormatan serta menyerang integritas dan imparsialitas pengadilan.
“KY mengajak publik turut berkontribusi dalam mewujudkan kekuasaan kehakiman yang merdeka dengan menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim,” ujar Anita.

