Mendagri Minta Pemda Tingkatkan Kewaspadaan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

MEDIATAMA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan, tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Beberapa daerah memang sudah menyampaikan mengenai (kondisi) tingkat provinsi kepada kabupaten/kota masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun tentu kita hindari kepanikan masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi panik,” kata Tito dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Minggu.

Tito menjelaskan, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. Pemda diminta terus memantau perkembangan kondisi serta menyiapkan langkah respons apabila dampak erupsi meningkat.

Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, terutama sistem pernapasan dan mata, dengan menggunakan masker serta pelindung mata apabila diperlukan. Pemda di wilayah terdampak juga diminta menyiapkan dan membagikan masker kepada masyarakat.

Untuk layanan transportasi, Tito meminta penanganannya disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama transportasi lokal yang menjadi kewenangan Pemda, baik darat, laut, sungai, maupun danau.

“Untuk mendukung sistem transportasi, jangan sampai nanti membahayakan masyarakat. Tapi sekali lagi, situasinya masih sangat situasional, masih sangat tergantung dengan situasi masing-masing,” ujarnya.

Sementara untuk kegiatan belajar mengajar, Tito mengatakan pelaksanaannya perlu menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah. Apabila situasi masih memungkinkan, pembelajaran dapat tetap berlangsung, terutama di dalam kelas, sembari memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.

Adapun kegiatan belajar di luar ruangan perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi dan potensi risiko di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *