Pemerintah Pantau Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mensesneg: Fundamental Ekonomi Masih Kuat
MEDIATAMA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah terus memantau pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp18.000 per dolar AS. Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan disebut terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Prasetyo mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang tetap terjaga.
“Kami harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” katanya.
Pada perdagangan Kamis sore, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,46 persen menjadi Rp18.049 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.966 per dolar AS.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pelemahan rupiah belum mengganggu kemampuan pemerintah membayar utang karena mayoritas kupon surat utang menggunakan skema bunga tetap (fixed rate). Namun, pelemahan kurs berdampak pada pembayaran bunga utang pemerintah yang berdenominasi valuta asing.

