PGN dan Inpex Masela Teken HOA Penjualan LNG dari Blok Masela

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan Inpex Masela menandatangani Heads of Agreement (HOA) untuk penjualan gas alam cair (LNG) dari proyek Lapangan Abadi, Blok Masela, guna memenuhi kebutuhan gas domestik.

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyatakan bahwa kesepakatan ini menjadi angin segar bagi pasar gas dalam negeri.

“Penandatanganan HOA ini memberikan kepastian pemanfaatan gas dari proyek strategis Blok Masela dan mendukung pemenuhan energi nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/5).

Penandatanganan berlangsung dalam ajang IPA Convex 2025 di Tangerang, Banten, Rabu (21/5), dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. PGN hadir sebagai salah satu offtaker, diwakili langsung oleh Arief.

PGN, lanjut Arief, akan mengikuti arahan pemerintah terkait komersialisasi LNG Blok Masela, termasuk ketentuan teknis dan kebijakan lainnya. Seperti delapan kerja sama sebelumnya, alokasi gas dari Blok Masela akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.

“PGN mengapresiasi dukungan pemerintah yang konsisten dalam memperkuat pemenuhan gas domestik. Kerja sama dengan Inpex Masela menegaskan komitmen tersebut,” katanya.

Arief menambahkan, optimalisasi pemanfaatan gas dari Blok Masela sejalan dengan arahan Presiden agar BUMN, swasta nasional, dan asing bersinergi mendukung transisi energi dan mengurangi ketergantungan impor.

“PGN akan menjadikan LNG dari Blok Masela sebagai pelengkap pasokan gas nasional, guna memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai salah satu proyek LNG terbesar di Indonesia, pasokan dari Blok Masela juga membuka peluang pengembangan infrastruktur hingga ke pengguna akhir.

“Keberlanjutan pasokan merupakan kunci dalam rantai gas nasional. PGN sebagai Subholding Gas Pertamina akan terus memaksimalkan potensi ini demi mendukung ketahanan energi jangka panjang,” tutup Arief.

 

 

 

 

Penulis : Clarissa Setya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *