Prabowo Tegaskan Larangan Pembakaran Lahan, Korporasi Terlibat Siap Dicabut Izinnya

MEDIATAMA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan larangan keras membuka lahan dengan cara dibakar. Ia meminta aparat memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan penegakan hukum untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras,” ujar Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin.

Prabowo meminta aparat memberikan edukasi hingga tingkat desa mengenai larangan pembakaran lahan serta dampaknya. Masyarakat yang membutuhkan pembukaan lahan diminta melapor kepada kepala desa, camat, atau bupati agar prosesnya dapat dibantu pemerintah.

“Kalau mereka butuh untuk buka lahan, mereka laporan ke kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka,” kata Prabowo.

Ia juga meminta TNI dan Polri mendampingi pemerintah daerah dalam mengorganisasi pembukaan lahan, termasuk melalui kelompok tani. Pembiayaan, kata dia, dapat menggunakan mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR) koperasi.

“TNI dan Polri akan membantu pemerintah daerah, membantu rakyat. Diorganisir, per kelompok tani, diorganisir, nanti biayanya bisa melalui KUR koperasi, tetapi tidak boleh mereka liar,” ujar Prabowo.

Selain masyarakat, Prabowo menegaskan korporasi yang terbukti mengarahkan pembakaran lahan harus ditindak tegas. Ia meminta polisi, kejaksaan, dan unsur intelijen menyelidiki setiap indikasi keterlibatan perusahaan.

“Apalagi kalau ada korporasi yang menyuruh, itu saya minta polisi, Kejaksaan, selidiki. Intelijen selidiki. Kalau ada indikasi, segera laporan, kita segera cabut,” katanya.

Prabowo bahkan mengancam mencabut seluruh izin korporasi jika ditemukan indikasi keterlibatan dalam pembakaran lahan.

“Siapapun, korporasi apapun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar, kita cabut izinnya. Seluruh izin korporasi itu kita cabut. Saya tidak main-main ya, tolong,” tegasnya.

Untuk mencegah kebakaran meluas, Prabowo juga meminta aparat segera menangani setiap titik panas atau hotspot. Ia menginstruksikan agar tindakan dilakukan sebelum hotspot berkembang menjadi titik api, termasuk dengan menyiapkan sumber air dan membangun sumur bor di lokasi rawan.

“Jangan nunggu sampai jadi titik api. Tolong masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk ambil tindakan dini. Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan pencegahan dan penegakan hukum harus dilakukan bersamaan agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencegah kebakaran sejak indikasi awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *