Prabowo Tutup Muktamar Ke-35 NU, Ucapkan Selamat kepada Pimpinan Terpilih
MEDIATAMA – Presiden Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin. Penutupan ditandai dengan pemukulan beduk dan kentungan oleh Presiden sebagai simbol berakhirnya rangkaian muktamar yang berlangsung selama sepekan.
Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 KH Abdul Hakim Mahfudz dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang terpilih dalam muktamar tersebut.
“Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih. Saya ucapkan selamat atas berjalannya Muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun,” kata Prabowo saat penutupan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Senin.
Presiden berharap NU terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. “Selamat atas terlaksananya Muktamar Ke-35. Negara, bangsa, dan umat menunggu dharma bakti Nahdlatul Ulama di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang,” ujar Prabowo.
Dalam acara tersebut, Prabowo juga menerima kartu tanda anggota NU yang diserahkan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Prabowo mengaku menerima kartu tersebut sebagai sebuah kehormatan, terlebih kartu itu mencantumkan status sebagai “anggota seumur hidup”.
“Terima kasih. Ini kehormatan besar bagi saya, dan ini, di sini, ada luar biasa lagi, di sini, di bawahnya disebut ‘anggota seumur hidup’. Ini luar biasa,” kata Presiden.
Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya kini diterima sebagai anggota NU dan mengajak seluruh elemen NU bersama rakyat Indonesia bekerja keras di berbagai bidang.
“Jadi, hari ini saya katakan, saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama ya. Terima kasih. Berarti, Nahdlatul Ulama bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong kita akan bekerja keras semuanya di semua bidang.”
Prabowo juga mengapresiasi NU yang dinilainya berhasil menyelesaikan perbedaan internal dan menjalankan muktamar secara damai dan rukun.
“Saya kira, NU memberi contoh kepada seluruh bangsa bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tetapi bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses, dengan damai, dengan rukun. Saya kira itu yang paling penting saya sampaikan,” kata Prabowo.

