Presiden Prabowo Fokus Amankan Ketahanan Pangan Nasional di Tahun Pertama Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan fokus utama pemerintahannya pada tahun pertama adalah memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai sektor strategis dalam menjaga kemandirian negara.

“Saya sudah sampaikan kepada seluruh jajaran pemerintah bahwa tahun pertama fokus pemerintahan yang saya pimpin adalah mengamankan pangan karena pangan ini adalah yang paling strategis,” ujar Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (4/11).

Prabowo menilai, ketersediaan pangan menjadi syarat utama bagi keberlangsungan bangsa. Ia menolak pandangan yang membenarkan ketergantungan terhadap impor bahan pangan dari luar negeri.

“Kalau ada pakar-pakar yang merasa dirinya hebat dan pintar, mau menyakiti kita bahwa kita boleh bergantung impor, itu menurut saya adalah pakar yang sesat pikirannya. Negara yang merdeka harus bisa menguasai, mengamankan, dan memproduksi makanannya sendiri,” tegasnya.

Presiden menyebut pemerintah bergerak cepat memperkuat sektor pangan. Produksi pangan nasional diklaim mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah, sementara cadangan pangan berada di posisi terbesar sejak Indonesia berdiri.

“Kita aman di bidang pangan dan terus akan kita amankan. Kita juga sekarang menuju swasembada energi,” ucapnya.

Selain pangan, Prabowo menyoroti pentingnya transportasi publik, terutama kereta api, dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, katanya, berencana memperluas layanan perkeretaapian nasional agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat menengah dan bawah.

“Kalau orang kaya, dia bisa naik pesawat, dia bisa naik mobil. Rakyat sebagian besar akan merasa manfaat daripada kereta api. Untuk itu kereta api kita harus, saya kasih petunjuk, akan kita perluas, akan kita perbesar,” kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan produksi padi nasional tahun 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton—naik 13,54 persen dibanding 2024—berkat kebijakan Presiden Prabowo yang memperkuat sektor pertanian.

“Kami mengucapkan terima kasih mewakili petani Indonesia kepada Bapak Presiden Republik Indonesia telah mempermudah regulasi, khususnya sarana produksi bagi petani,” ujar Amran seusai pengumuman proyeksi produksi beras oleh BPS di Serpong, Banten, Senin (3/11).

Produksi beras nasional yang meningkat disebut sebagai langkah besar menuju swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *