Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen dan Factional Threshold

Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya, Muhammad Sarmuji, mengusulkan agar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dinaikkan menjadi 5 persen dan dikombinasikan dengan factional threshold atau syarat pembentukan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

“Saya mengusulkan (PT) 5 persen dikombinasikan dengan factional threshold. Yang belum banyak dibahas adalah factional threshold,” kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan factional threshold merupakan syarat mendirikan fraksi di DPR. Menurutnya, syarat ideal untuk membentuk fraksi adalah dua kali jumlah Alat Kelengkapan DPR (AKD).

“Jadi PT-nya nggak usah sangat tinggi seperti usulan yang lain, tapi factional threshold-nya ada. Kenapa kok harus ada? Karena untuk mempermudah pengambilan keputusan di DPR kalau fraksinya semakin sedikit. Jadi, misalkan nanti ada 8 partai yang masuk, tapi ada syarat untuk membentuk fraksi,” ujarnya.

Menurut Sarmuji, dengan jumlah sekitar 20 AKD di DPR, maka syarat pembentukan fraksi idealnya sekitar 40 kursi.

“Semua AKD, termasuk badan dan komisi. Komisi dan alat kelengkapan yang lain 20 kan, berarti 40 (kursi). Ideal-lah itu. Kalau PT-nya 5 persen, factional threshold-nya dua kali alat kelengkapan menurut saya itu ideal, proporsional dan ideal,” ujarnya.

Ia menilai aturan tersebut juga penting untuk mencegah anggota fraksi merangkap terlalu banyak jabatan di berbagai alat kelengkapan DPR.

“Kenapa kok dua kali alat kelengkapan? Biar anggota fraksi itu nggak lari ke mana-mana. Nanti habis rapat ini pindah ke sana, pindah ke situ. Ada pengalaman dulu ada partai kecil, anggotanya itu ngerangkap banyak sekali AKD,” kata Sarmuji.

Sarmuji juga menilai dengan parliamentary threshold 5 persen, semua partai tetap memiliki peluang yang sama untuk lolos ke parlemen.

“Sebenarnya bagi semua partai harusnya tidak masalah. Kenapa? Karena pemilunya belum terjadi. Semua partai punya kesempatan untuk lolos PT atau tidak lolos PT. Jadi nggak ada itu kasihan partai kecil, kok partai kecil, siapa juga yang akan menjadi partai kecil? Semua kan partai pengen jadi partai besar,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *