Kearifan Lokal Jadi Fondasi Hubungan Kerja Berkeadilan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun hubungan industrial yang harmonis di perusahaan.

Menurutnya, relasi antara manajemen dan pekerja tidak cukup dibangun hanya dengan pendekatan administratif, tetapi juga harus berlandaskan semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah.

“Hubungan industrial bukan hanya soal administratif, tetapi lebih dari itu, yaitu bagaimana kita menumbuhkan nilai, semangat bersama, dan komitmen bersama,” ujar Menaker dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (3/7).

Ia menilai pendekatan yang terlalu teknokratis dalam hubungan kerja dapat menimbulkan kesenjangan antara manajemen dan pekerja, terutama dalam aspek kesejahteraan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai lokal sebagai fondasi relasi industrial yang sehat dan berkeadilan.

“Ada yang hilang dalam pembangunan kita, yaitu kearifan lokal. Padahal, local wisdom inilah yang menjadi perekat kita sebagai bangsa: gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah. Ini bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari jati diri bangsa,” kata Yassierli.

Menaker juga mencontohkan pentingnya kepedulian sosial dalam hubungan kerja.

Ia mendorong perusahaan aplikasi untuk memberikan bonus hari raya kepada pengemudi dan kurir online sebagai bentuk apresiasi, meskipun belum ada kewajiban regulasi.

“Ini bukan soal aturan, tetapi soal kepedulian. Saya sendiri punya asisten rumah tangga, dan saya memberikan THR bukan karena diwajibkan, melainkan karena saya menghargai jasanya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak semua elemen perusahaan membangun visi bersama untuk memajukan bangsa melalui kolaborasi yang harmonis.

“Tujuan utama perusahaan harus sejalan. Visi manajemen dan pekerja perlu disatukan agar dapat berkontribusi nyata dalam membangun bangsa melalui hubungan kerja yang adil dan harmonis,” kata Yassierli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *