Komisi XIII DPR Minta CCTV Fasilitas “Apartemen” Lapas Cibinong Diperiksa

MEDIATAMA – Komisi XIII DPR RI meminta Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memeriksa kamera pengawas (CCTV) yang ditemukan di area fasilitas “apartemen” Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo di Cibinong, Rabu, mengatakan pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah CCTV tersebut aktif sekaligus menelusuri rekamannya jika masih tersedia.

“Kalau ada CCTV di sini, nanti kita minta ke Pak Irjen untuk membuka. Isinya apa, termasuk juga apakah CCTV ini aktif atau tidak,” kata Yanuar.

Menurut dia, jika CCTV diketahui tidak aktif, Inspektorat Jenderal Kemenimipas perlu mendalami penyebabnya, termasuk kemungkinan perangkat tersebut sengaja dimatikan.

“Kalau tidak aktif, siapa yang mematikan ini? Jadi semuanya harus terungkap. Biar masyarakat juga tidak bertanya-tanya, tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Yanuar menyebut keberadaan CCTV menjadi salah satu temuan Komisi XIII saat melakukan peninjauan langsung ke area fasilitas khusus Lapas Cibinong. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memvalidasi sejumlah informasi yang sebelumnya disampaikan kepada Komisi XIII dalam rapat dengar pendapat (RDP).

Ia mengatakan dalam RDP sebelumnya Komisi XIII menerima keterangan bahwa tidak terdapat CCTV di lokasi tersebut. Namun, saat peninjauan, anggota Komisi XIII menemukan perangkat CCTV di sekitar salah satu bangunan.

“Kemarin dibilang tidak ada CCTV, faktanya di samping rumah Kasi Kamtib ternyata ada,” kata Yanuar.

Karena itu, ia meminta temuan di lapangan menjadi bagian dari pemeriksaan Inspektorat Jenderal Kemenimipas untuk mengungkap penggunaan fasilitas tersebut secara menyeluruh.

Selain CCTV, Komisi XIII menyoroti sejumlah barang yang sebelumnya ditemukan di area tersebut. Yanuar meminta kondisi barang di lapangan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan dan dokumentasi sebelumnya.

Komisi XIII juga meminta Inspektorat Jenderal Kemenimipas mendalami pihak-pihak yang terlibat serta warga binaan yang pernah memanfaatkan fasilitas tersebut.

Yanuar mengatakan Komisi XIII menjadwalkan rapat dengan Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan pada Senin (5/10) untuk mendapatkan penjelasan mengenai hasil investigasi.

“Nanti hari Senin kita panggil Pak Irjen untuk menjelaskan duduk perkaranya, siapa petugas yang terlibat, siapa warga binaan yang memanfaatkan,” ujarnya.

Ia juga meminta pemeriksaan mendalami kemungkinan adanya transaksi dalam pemanfaatan fasilitas tersebut. Namun, Yanuar menegaskan dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses investigasi.

“Tanpa mendahului itu, biar proses berjalan dulu. Kalau ditemukan pidana, ya jalan. Tidak boleh ditutup-tutupi lagi,” kata Yanuar.

Komisi XIII bersama Kemenimipas dalam kunjungan tersebut juga menyepakati pembongkaran bangunan setelah seluruh barang dan fasilitas yang berkaitan dengan pemeriksaan dipastikan telah didokumentasikan dan diinventarisasi.

Pada hari yang sama, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan membongkar 10 unit bangunan yang disebut sebagai fasilitas “apartemen” di lingkungan Lapas Cibinong menggunakan alat berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *