Menteri LHK Dorong PTPN IV PalmCo Manfaatkan Sertifikat Emisi untuk Perdagangan Karbon Internasional
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendorong Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui subholding PTPN IV PalmCo, untuk memanfaatkan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dalam perdagangan karbon global.
“Selamat kepada jajaran PTPN IV PalmCo. Sertifikat ini membuktikan kita mampu menurunkan emisi di sektor agrikultur,” kata Hanif, Senin (12/5).
Hanif mengaku sempat ragu sektor perkebunan bisa mereduksi emisi, mengingat sektor ini sering dikritik karena kontribusinya terhadap isu lingkungan global. Namun, ia mengapresiasi keseriusan PTPN IV dalam menjalankan berbagai inisiatif ESG, termasuk dekarbonisasi untuk mendukung target net zero emission 2060.
Ia juga meminta Sekjen Gapki Hadi Sugeng untuk mendorong perusahaan perkebunan lain meniru langkah PTPN IV. “Langkah konkret ini bisa jadi contoh untuk industri sawit nasional,” ujarnya.
Hanif menganjurkan perusahaan lain belajar langsung dari Biogas Plant Lubuk Dalam, tempat PTPN IV memperoleh sertifikat. “Prosesnya tidak mudah, tapi PTPN IV berhasil. Ini bisa jadi pembelajaran nasional,” ujarnya.
Ia juga mendorong PTPN IV untuk mendaftarkan SPE-GRK di pasar karbon domestik dan internasional. “Dengan dual listing, bisa memperkuat pendapatan dan posisi Indonesia di perdagangan karbon,” tambahnya.
SPE-GRK yang diraih PTPN IV PalmCo berasal dari Pembangkit Biogas Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, berdasarkan verifikasi Tim MRV Kementerian LHK. Selama empat tahun, fasilitas ini mengurangi emisi hingga 33.799 ton COâ‚‚e dengan memanfaatkan limbah cair sawit (POME).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyatakan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras mempercepat dekarbonisasi dan menciptakan ekonomi sirkular dengan mengolah limbah menjadi energi terbarukan.
Ia menegaskan bahwa SPE-GRK ini adalah awal dari peran aktif PTPN IV dalam memperkuat ekosistem perdagangan karbon di Indonesia.
“Meski tantangan tetap ada, kami berkomitmen memperluas program ini demi mendukung target NZE 2060,” tegas Jatmiko.
Penulus : Clarissa Setya

