PKB Gelar Temu Nasional Pesantren Bahas Pencegahan Kekerasan Seksual
Partai Kebangkitan Bangsa mengagendakan pertemuan antara pondok pesantren dan pemerintah untuk membahas kasus kekerasan seksual yang belakangan terjadi, termasuk kasus di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Pertemuan bertajuk Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual itu akan digelar dalam Temu Nasional Pondok Pesantren di Jakarta pada 18–19 Mei 2026.
Ketua Panitia Temu Nasional Pondok Pesantren Nihayatul Wafiroh mengatakan kegiatan tersebut akan mempertemukan pesantren dengan sejumlah pihak terkait, seperti Kementerian Agama, kepolisian, hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Dalam temu nasional tersebut, selain memberikan ruang untuk pesantren saling bercerita, kami juga memfasilitasi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, seperti dari Kementerian Agama, Kepolisian, Kementerian PPA, dan sebagainya,” ujar Ninik di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, sekitar 250 pesantren dijadwalkan hadir untuk berdiskusi dan mencari langkah bersama dalam mencegah segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.
“Ini penting sekali karena kami berharap seluruh elemen, termasuk dari pemerintah, bisa sama-sama untuk mencarikan solusi,” katanya.
Ninik menjelaskan PKB mengambil inisiatif menggelar forum tersebut karena partainya memandang diri sebagai rumah bagi pesantren di Indonesia.
Ia menyebut dalam beberapa pekan terakhir PKB menerima banyak pengaduan dan curahan hati dari pesantren terkait maraknya kasus kekerasan seksual.
“PKB menjadi rumah bagi seluruh pesantren di Indonesia. Ketika seluruh pesantren datang untuk minta untuk kita berkumpul bersama, akhirnya kami memfasilitasi pesantren seluruh nasional untuk bertemu,” ujarnya.

