Polda Kalsel Serahkan Bukti Terkait Pembunuhan Jurnalis

Polda Kalimantan Selatan menyerahkan barang bukti kepada Denpomal Banjarmasin terkait kasus pembunuhan seorang jurnalis di Banjarbaru. Korban, Juwita (23), diduga kuat dibunuh oleh seorang anggota TNI AL berpangkat kelasi satu berinisial J dari Lanal Balikpapan.

“Kami bersama Denpomal Balikpapan dan Banjarmasin telah melaksanakan gelar perkara. Kami menyerahkan dokumen dan seluruh barang bukti ke Denpomal untuk dilanjutkan tahap penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi usai gelar perkara di Banjarbaru, Sabtu.

Adam mengatakan bahwa motif pembunuhan masih diselidiki oleh Denpomal Banjarmasin, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain atau dilakukan sendiri.

Meski belum ada tersangka, pihaknya bersama Denpomal berkomitmen menangani kasus ini secara terbuka.

Penetapan tersangka, lanjut Adam, akan diumumkan oleh Denpomal Banjarmasin karena proses selanjutnya ditangani oleh TNI AL.

Sementara itu, Komandan Denpom Lanal Balikpapan, Mayor Laut PM Ronald Ganap, menyatakan bahwa semua barang bukti telah diserahkan ke Pomal Banjarmasin untuk penyidikan, karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum mereka.

“Rekan-rekan wartawan mohon bersabar untuk proses hukumnya, sesuai arahan pimpinan bahwa pelaku akan dihukum seberat-beratnya,” tutur Ronald.

Pomal Balikpapan berangkat dari Kalimantan Timur ke Pomal Banjarmasin, Kalsel, pada Jumat (28/3) malam, membawa J yang diduga sebagai pelaku. Saat ini, Pomal Banjarmasin sedang mengumpulkan barang bukti untuk melanjutkan proses hukum.

Pagi tadi, pihak TNI AL mengunjungi rumah keluarga korban di Banjarbaru untuk bersilaturahmi dan sekaligus mendatangi makam korban.

Korban, Juwita (23), adalah jurnalis media daring lokal. Ia ditemukan tewas pada 22 Maret 2025 di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru. Jasadnya tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motornya, awalnya diduga sebagai korban kecelakaan tunggal.

Namun, warga yang pertama menemukan jenazah tidak melihat tanda-tanda kecelakaan. Di leher korban terdapat luka lebam, dan ponselnya juga hilang.

Juwita bertugas meliput di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Ia anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel dan telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan status wartawan muda.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *